Gaya Istimewa Robben Masih Mampu Hasilkan Gol di 2018

Sebagai salah satu pemain andalan Bayern Munich meskipun telah berusia 34 tahun dan acap kali terkena cedera kaki Arjen Robben tetap mampu menampilkan peforma apiknya. Terbukti dari pertandingan Bayern kontra Benfica dimana dirinya sukses menyumbangkan dua gol pada kemenangan 5 – 1 yang di capai timnya. Satu dari dua gol tersebut bahkan diciptakan menggunakan gaya klasik yang selama ini sering dia pamerkan.

Dua gol Robben adalah gol pembuka yang dipakai Bayern untuk menebus tiket menuju fase knock out. Gol pertama dia catatkan pada menit ke 13 dengan melakukan cut in melalui bagian kanan lapangan lalu menembus pertahanan Benfica yang dijaga oleh 4 orang pemain bek. Barulah setelah itu Robben melesatkan bola secara melengkung dan akhirnya bola merangsek masuk menembus gawang lawan. Selanjutnya saat laga belum sampai 30 menit berlangsung Arjen Robben kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan Thomas Mueller, lalu Robben pun memberikan sentuhan akhir dengan tendangan jarak dekat.

Sebagai bahan menyusun prediksi parlay, pada pertandingan tersebut tercatat pemain berpaspor Belanda ini sukses menghasilkan 4 tentangan tepat sasaran, dua diantaranya menjadi gol, dan sebuah umpan kunci. Berdasarkan statistic Robben selama pertandingan tersebut memiliki akurasi umpan mencapai 86% dan ditambah 55 kali mendapat bola. Catatan ini tentu saja sangatlah luar biasa mengingat usia Robben saat ini untuk ukuran pemain bola tergolong sudah tidak muda lagi. Apalagi dirinya juga sering menderita cedera di bagian kaki seperti robek otot paha, dislokasi tempurung lutut, dan sebagainya.

Arjen Robben mengaku bahagia dapat mempersembahkan sebuah brace bagi Bayern. Dari 5 gol yang terkumpul dua lainnya adalah milik Robert Lewandowski, sedangkan satu gol lagi berasal dari tendangan Franck Ribery.

Selanjutnya pemain berusia 34 tahun itu ingin menikmati tempat di 16 besar dan kembali bersenang – senang di putaran fase gugur Liga Champions 2018 / 2019 nanti. Kemudian menurutnya bukan berarti keberhasilan ini dapat menjadikan timnya bisa berleha – leha. Baginya kerja keras yang sebenarnya baru akan diperlukan di tahap tersebut.